haveyouever?

mantan cece yang hobi pergi ke pasar atom

#SayaTauSayaNdakBaikBaikSaja

Saya ndak tahu, sepertinya ada sesuatu yang salah pada diri saya. Saya tahu, saya benar-benar mengetahuinya. Tapi entah mengapa sebagian dalam diri saya ndak peduli dan membiarkan begitu saja itu terjadi. Dengan sebagian yang lainnya merengek-rengek untuk berhenti saja, untuk tinggalkan saja.
Saya ingin bercerita, tapi ndak tahu musti pada siapa saya bercerita. Pada buku diary? Pada Ibu? Pada Yang Empunya Hati ini saja saya tak sanggup.


Karena Saya Takut, Itu Saja.

Saya menemukan tulisan yang sangat baik yang dapat melukiskan mengenai apa yang terjadi pada hari-hari di padang mahsyar saat seluruh umat manusia dari seluruh dunia, dari seluruh zaman, dikumpulkan oleh Allah SWT. Hari-hari di padang mahsyar ini disebut juga hari panggil-memanggil karena seluruh orang di sana, sebagian memanggil sebagian yang lain, untuk meminta pertolongan.

“Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris.” (QS. An-Naba’: 18)

Muadz bin Jabal RA pernah bertanya kepada Rasulullah mengenai maksud ayat di atas. Mendengar pertanyaan Muadz, baginda Nabi menangis dan basah pakaiannya dengan air mata. Rasulullah menjawab, ‘Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris.’
Barisan Pertama, digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya.
Barisan kedua, digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan shalat.
Barisan ketiga, mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kalajengking. Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat.
Barisan keempat, digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli.
Barisan kelima, digiring dari kubur dengan bau busuk dan bangkai. Mereka itu yang menyembunyikan perlakuan durhaka karena takut diketahui oleh manusia, namun tidak merasa takut diketahui oleh Allah SWT.
Barisan keenam, digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu.
Barisan ketujuh, digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah, tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. Mereka itulah yang enggan memberikan kesaksian di atas kebenaran.
Barisan kedelapan, digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki di atas. Mereka adalah orang berbuat zina.
Barisan kesembilan, digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru, sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. Mereka itulah yang memakan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya.
Barisan kesepuluh, digiring dari kubur dengan kondisi menderita penyakit kusta. Mereka adalah orang yang durhaka kepada orangtua-nya.
Barisan kesebelas, digiring dari kubur dengan keadaan buta, gigi mereka memanjang, bibir mereka melebar hingga ke dada, dan lidah mereka terjulur sampai ke perut dan mengeluarkan kotoran. Mereka adalah orang yang suka meminum arak.
Barisan keduabelas, mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar. Mereka melewati jembatan sirat dengan secepat kilat.Mereka adalah orang yang beramal shaleh dan banyak berbuat kebaikan. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, memelihara sholat lima waktu, dan ketika mereka meninggal dunia, mereka sudah bertaubat. Barisan ini akan mendapat balasan berupa surga.

Jiwa-jiwa Mahsyar ketika itu ada yang mencakar wajahnya dan menyesali kesia-siaan hidup sebelumnya, namun ada pula jiwa-jiwa mahsyar yang tersenyum penuh kemenangan sembari menggenggam Al-Quran di tangan kanan-nya.

Yang pasti, pergunakan kesempatan hidup kita di dunia. Maksimal. Optimal. Sampai titik nadi terakhir. Karena sungguh pada saat nanti, mereka dengan barisan yang buruk, sangat mendambakan waktu akan berbalik, walaupun satu detik saja. Nah kita yang masih dikasih kesempatan hidup di dunia (walaupun entah berapa lama lagi), masih sangat banyak kesempatan berburu amal, berburu kebaikan.

Pratami Diah Herliani

Quote of The Day #7

Ibu mencintai anaknya. Anak menggantungkan mimpi lebih dari tinggi langit. Ibu ingin anak bahagia. Anak ingin Ibu bangga. Satu-satunya cinta yang murni dan masih ada adalah, empat kalimat yang baru saja kamu baca.
via: Palawija

#ORAKARIK edisi Kamis 26 April 2012

Hai, DEVOSI BEM STAN kembali lagi dengan salah satu program kerjanya yaitu ORAK ARIK.
Bagi yang belum tahu apa itu ORAK ARIK.. ORAK ARIK adalah obrolan asik mengenai isu-isu internal kampus yang dikemas secara semiformal tetapi menarik dengan melibatkan elkam maupun lembaga kampus dalam lingkup outdoor. Agar nantinya dapat ditemukannya benang merah dari isu-isu tersebut.


Nah, ORAK ARIK edisi Kamis, 26 April 2012 ini membahas beberapa topik, di antaranya adalah “Keamanan Kampus”, “Apakah STAN berubah menjadi UKN?”. Pembicara kita kali ini adalah Bapak Ali Tafriji yang lebih akrab dengan sebutan Pak Altaf dan Bapak Rahmat. Gak kalah menariknya, kami juga mengundang perwakilan dari Satuan Keamanan Kampus, beliau adalah Pak Baryono dan Pak Mamat. Seperti biasa, ORAK ARIK tidak akan lengkap tanpa hadirnya gorengan dan kopi sebagai konsumsi gratis. Lalu, bagaimana hasil dari diskusi ORAK ARIK kali ini? Yuk kita kemon! :D


Akhir-akhir ini kita sering ngerasa nggak sih kalo kampus dimana kita kuliah ini berkurang tingkat keamanannya? Lumayan banyak laporan kehilangan dari rekan-rekan kita. Mulai dari handphone hingga motor. Tentu saja ini merugikan dan mengganggu proses belajar kita secara tidak langsung kan? Nah, lalu bagaimana tanggapan narasumber? Poin pertama, kita sebagai mahasiswa tentunya sudah cukup dewasa untuk dapat menjaga barang yang dimiliknya. Pak Mamat berpesan agar kita selalu berhati-hati dan waspada akan lingkungan sekitar. Ini bukan berarti dari pihak lembaga dan pihak keamanan lepas tangan akan hal berikut, “Kami akan selalu membantu, siapapun yang merasa kehilangan barang, dapat melaporkan hal ini ke KANTOR KOMANDAN, nantinya kami akan melacak melalui cleaning service di gedung yang bersangkutan”, begitu kata Pak Mamat. Intinya, antara mahasiswa, lembaga dan satuan keamanan kampus saling bekerja sama untuk menjaga keamanan kampus kita tercinta.


Topik kedua yang dibahas adalah.. Apakah STAN akan berubah menjadi UKN a.k.a Universitas Keuangan Negara?? Tentunya wacana yang beredar di lingkup kampus kita ini menjadi perbincangan yang cukup menarik bagi kita semua. Tak hanya menarik namun kita sendiri penasaran kan, gimana sih kelanjutan status dari kampus kita? Kali ini Bapak Altaf yang angkat bicara. Salah satu dari rekan kami ada yang bertanya, “Jadi, ini msh wacana jangka panjang dan pasti atau isu belaka, atau jangka pendek sih?” Jawabnya adalah hal ini merupakan wacana jangka pendek. Mengapa jangka pendek? Karena, Menteri Keuangan akan mengambil keputusan mengenai hal ini pada tahun ini juga, tapi kami belum tahu kapan pastinya. Tentunya, bila STAN berubah menjadi UKN, maka STAN tidak lagi berada di naungan Kementerian Keuangan. “Nah, berarti STAN jadi kampus yang berbayar dong?” Tentu saja jawabnya. Sisi lainnya, UKN tidak hanya membuka program pendidikan diploma saja, namum juga membuka program pendidikan strata. Sehingga cakupannya lebih luas dari sebelumnya. Yang ditanyakan adalah, “Apakah STAN masih ikatan kerja?”.. jawabnya adalah ya, masih. Pada intinya, STAN, apapun itu berganti namanya, tetap merupakan pesanan dari kementerian keuangan. “Lalu, apa sih yang menjadi alasan utama bila nantinya STAN berubah menjadi UKN?”.. Setiap diri kita pasti menginginkan adanya perubahan, tidak mungkin dalam hidup ini ada makhluk yang ingin selalu statis dalam perjalanan hidupnya. Tentu tidak bukan? Nah, sama saja dengan STAN. STAN dituntut untuk berubah ke arah yang lebih baik pastinya. Bukannya sebelumnya sudah terjadi transformasi pada kampus kita dan akhirnya lahirlah nama STAN? Seperti itu singkatnya. Dalam masa transisi tersebut, pasti tidaklah mudah. Kampus harus mengubah semuanya dari dasar.dan yang perlu kita ketahui, kampus kita ini tidak memiliki dosen lho. Dosen-dosen yang mengajar kita ini adalah dosen yang sesuai dengan kriteria Menteri Keuangan. Jadi bila STAN berubah menjadi UKN, maka akan ada seleksi dosen. Nah, ada beberapa hal yang perlu kita catat nih guys.. Berikut ini merupakan pesan dari para narasumber kita, check it out!


- Semua mahasiswa mohon dijaga ketertiban dan kedisiplinannya terhadap peraturan-peraturan di kampus ya..
- Bila meminjam atau memakai fasilitas kampus (ex: kelas, gedung, student center dsb) mohon dijaga kerapian, keutuhan fasilitas tersebut. Agar nantinya lembaga percaya bahwa mahasiswa STAN dapat “menjaga” apa yang telah diamanatkan. Tentunya tata-cara pinjam meminjam ini sudah cukup jelas kan? Perjanjian hitam di atas putih.
- Bila ada saudara, adik kelas atau siapapun yang bertanya, “USM STAN masih ada nggak Kak?”, jawabnya kami belum bisa memastikan, karena Menteri Keuangan belum mengambil keputusan. Hanya saja, alokasi anggaran untuk USM pada tiap tahunnya selalu ada, namun penyelenggarannya belum dapat dipastikan. We just can wait.
- Nah, bila rekan-rekan sekalian pernah merasa semacam dibentak oleh pihak satuan keamanan kampus, jangan malu-malu untuk lapor. Kita juga punya hak kan?
- Hmm, apa sih guna teralis Gedung X itu? Begini, karena di dalam gedung tersebut sudah dilengkapi dengan computer, maka perlu diadakannya penjagaan yang ketat untuk menghindari terjadinya kriminalitas.
- Wah Pak, kami takut menghadapi “Psikotes” nanti.. Tenang saja, tidak perlu dikhawatirkan, dipersiapkan saja dari sekarang, mulai menyingkirkan attitude-attitude yang dirasa kurang baik. Tunjukkan pada negara kalau kamu mahasiswa yang berintegritas!
- Bagi rekan-rekan yang ingin berkomentar langsung dalam lingkup Kementerian Keuangan, ada Biro Komunikasi dan Layanan Informasi lho yang mau menampung aspirasi dari kita, yuk!


Sampai juga kita di penghujung cerita, kami dari pihak DEVOSI BEM STAN mohon maaf bila ada kata yang tidak berkenan. Bila masih ada hal yang kurang jelas, sila lontarkan suara rekan-rekan di sini, atau melalui twitter (via: @emiong). Insya Allah kami akan merespon cepat setiap pertanyaan yang masuk. Terimakasih banyak atas perhatian rekan-rekan, HIDUP MAHASISWA, HIDUP RAKYAT INDONESIA!!
SAMPAI JUMPA DI ORAK ARIK BERIKUTNYA :)

Get Married!

"Menikah itu tidak hanya mempertemukan dua orang manusia, tetapi menikah itu mempertemukan dua keluarga. Kamu pikir menikah itu mudah? Menikah itu sulit dan butuh persiapan yang matang."
No no no, saya belum kepengen menikah kok. Ini hanya wacana, iya wacana. Jadi filosofinya adalah, saya juga tidk mengerti, tiba-tiba saja ingin melanjutkan postingan yang sempat tertunda beberapa hari karena menumpuknya tugas dan baru sempat hari ini untuk melanjutkannya.

Jadi begini, waktu itu saya sedang ngobrol berdua dengan salah satu teman saya di beranda depan rumah. Ngobrol-ngobrol biasa, becandaan gak penting hanya untuk sekedar membunuh waktu *ceilah*. Nah entah kenapa obrolan kami mendadak menjadi serius, "Pernikahan". Well oh well. Waktu itu kami berdua sama-sama sudah mempunyai pasangan, bedanya lawan bicara saya sudah menjalani hubungan yang lebih lama dibandingkan saya. Nah, dia merasa bahwa dia sudah, hmm apa ya istilahnya, kata orang Jawa sih sudah mentok, udah sreg dengan pasangannya. Ya sudah, saya nyeletuk, "Oke deh ditunggu ya undangannya pas lulus kuliah.." Dan dia menjawab celetukan saya dengan gaya ceramah Aa Gym.

Memang benar, menikah itu nggak gampang. Nggak segampang kamu move on ketika ditolak gebetanmu, nggak segampang kamu lulus ulangan harian fisika-nya Bu SM *oke yang ini songong, tampar saja saya*. Nggak, nikah itu nggak gampang, tapi ketika saya berkata seperti ini bukan berarti saya tidak ingin menikah. No no no, saya juga ingin merasakan hal yang paling sakral di dunia ini, guys. Menikah itu beda dengan pacaran yang dikit-dikit berantem, lima menit kemudian udah mesra-mesraan lagi, dikit-dikit cemburu, dikit-dikit selingkuh *lho*. Menikah itu menyatukan pemikiran antara dua manusia yang masing-masing datang dari latar belakang yang berbeda. Menikah itu dimana kamu meletakkan semua kepercayaanmu kepada pasangan yang nantinya menjadi teman dalam menjalani hidup.

Menikah itu bukan akhir dari perjalanan hidup, justru menikah adalah awal dari segalanya. Justru di situlah lika-liku hidupmu dimulai, mbaksist dan masbro sekalian. Laki-laki yang biasanya hanya mikiran rokok doang yang bisa dia isep,  setelah nikah dia pasti kepikiran "Aduh, bini gue ntar gue kasih makan apa ya?" atau "Njrit, gue lupa ini udah awal bulan!". Sedangkan bagi kaum hawa yang biasanya cuma bisa hedon shopping nyari diskonan dari satu mall meloncat ke mall lain, ntar bakalan mikir "Mamaaaa, ini dagingnya dicincang dulu ato dicemplungin ya?" atau "Sayang, itu kopinya udah disiapin di meja makan.." atau "Ini perut gue kok membesar gini ya? Gue gendut ya Allah, gue gendut!!" *itu hamil bego*. Nah, ribet kan. But, this is life. This is the art of life.

Maka dari itu, persiapkan masa depanmu dari sekarang. Jodoh! Carilah jodoh sedini mungkin, guys! Mengingat umur yang sudah mendekati kepala dua sungguh bukan hal yang main-main lagi untuk masalah percintaan. Seperti petuah dari Mama sahabat saya yang baru saja saya kunjungi beberapa minggu lalu, "Di usia se-kamu gini itu jangan cari pacar, tapi cari pendamping hidup.." *aduuh, beraat Tantee, beraat..*. Dan yang terpenting adalah, pernikahan itu cuma sekali seumur hidup, find the right person on the right place and time. Jangan sampai salah menentukan pilihanmu, karena seperti yang saya katakan di awal, pernikahan itu hal yang paling sakral di dunia ini.
Getting married is like permanently grafting your hand to the cookie jar. No matter how sweet those cookies may taste, you can't help but wonder what would have happened if you'd chosen some other dessert--brownies, for instance ... or frozen yogurt ... or maybe chocolate strudel.

Yah.

Merasa bersalah ketika ada orang yang sangat baik kepada saya dan saya hanya mampu mengucap kata terimakasih kepadanya. Hal itu terjadi berulang kali.