Showing posts with label Experiences. Show all posts
Showing posts with label Experiences. Show all posts

A Piece of Friendship

This short movie is about my class in second term, 2D - Taxation. We've just finished the final exam today, even it very very hard for me (I think this term is the hardest term so far) but we must say thank to God and we hope we can continue our struggle on this college to the next term. Aamiin :)
Thank you so much deary Azmi Masitha for this short but very touching movie. I am grateful to have friend like her. May God always bless her on every path she takes. :')
And also for all of you, 2D, bunch of thanks, really nice, really awesome to have you all, to know you all. God bless you all guys, see ya next term! :)

Kelewat Sempurna

A: Mau dong tingginya..
B: Hem, yang mana sih?
A: Itu, cowok yang barusan lewat, bisa tinggi banget. Pengen tinggi kayak begitu.
B: Mungkin ya Mi, kalo kamu dikasih tinggi dikit, kamu kelewat sempurna. Kamu udah cantik, putih, kurang apa lagi coba? Karena gak ada manusia yang sempurna kan.
A: Iya Ngga,bener juga yah.


Dan kemudian termenung. 
Obrolan singkat di atas menyadarkan saya. Mungkin kalo saya diberi tinggi sedikit, takutnya saya sombong dan besar kepala. Alhamdulillah, di sekitar saya masih banyak orang-orang baik yang membenarkan jalan saya ketika saya melenceng dari jalur. Terimakasih Angga Preasa <3

Ich Vermisse Chor, Ich Vermisse Gita Smala

I should blame Mark Zuckerberg. He makes me longing for my activity in past, choir. When I was scrolling down my facebook timeline, i mean my older posts, yeah I found my old photos with my buddies of mine while we're still in Gita Smala Youth Choir. We used to sing together. Competed with other choir group, won the competitions. I reaaaaally reaaaaally longing for those times. Especially when we were together join international choir competition in Penang, Malaysia. Yeah, I had superb quality time with them.
Yah. Saya merindukan semuanya. Mulai dari partitur not balok yang saya akui, I can't read those symbol err whatever it called, piano ataupun keyboard yang selalu mengiringi kami dalam setiap latihan, Mas Bagus ataupun Pak Theis ataupun Nania yang melatih vokal kami dan tentunya teman-teman saya mulai dari Sopran I hingga Bass II.
Dan saya belum menemukan paduan suara seperti Gita Smala hingga detik ini. They are the best choir group I've ever met.
Nah, Sandra memperparah keadaan dengan memberitahukan bahwa Vocawardhana akan mengikuti kompetisi FPS ITB 2012!! Jeng jeng! Me very excited with that news. Dan kabarnya Open Recruitment tim FPS ITB 2012 ini dibuka tanpa pandang spesialisasi maupun tingkat. Yay, challenge accepted. Insya Allah saya akan mengikuti audisi tersebut, wish me luck ^^
Mengingat bahwa saya tidak kesampaian mengikuti kompetisi tersebut ketika saya masih di SMA. Hem, ini semua salah Pak Theis --"

Oya, saya juga sempat menemukan lagu yang enaaak sekali untuk didengar, tentu saja lagu choir. Judulnya Sanctus, saya tidak mengetahui apakah ini lagu Gereja atau bukan, tapi menurut Google, Sanctus berarti Holy.
Pertama kali dengar lagu ini dari HP Mas Sali, wah saya langsung suka . Coba kita bandingkan dengan video choir yang satu ini, di antaranya ada saya yang juga ikut menyanyi :D
Nyaha! Lucu sekali kan :D Nah sekarang, saya akan fokus pada akademis saya dan semoga mimpi saya yang belum kesampaian ini dapat terwujud di kampus perjuangan ini, yay!

You Are The Sunshine Of My Life


Pertama kali dengar lagu ini adalah ketika saya menghadiri Konser Paduan Suara Gita Smala angkatan di bawah saya. Kali itu Mas Bagus mengusung tema lagu-lagu cinta yang dikemas dalam nuansa Jazz. seperti tradisi sebelumnya, konser tersebut bertujuan untuk melatih mental (terutama) para PSGS-ers yang akan mengikuti kompetisi Festival Paduan Suara ITB.
Untuk pertama kalinya saya dengar lagu tersebut, keren, bagus. Saya langsung jatuh hati dan segera mencari apa judul lagu tersebut. Ternyata lagu itu memiliki judul You Are The Sunshine Of My Life yang dibawakanoleh Stevie Wonder.

Yah, Stevie Wonder, selain lagu I Just Called To Say I Loved You dan That's What Friends Are For. Yang paling saya suka dari lagu-lagu Stevie Wonder adalah nuansa Jazz-nya yang begitu kental dan unik yang dapat membuat pendengar tidak bosan mendengarnya. Selain itu liriknya pun juga cukup bagus.

Berikut video Stevie Wonder - You Are The Sunshine Of My Life yang dibawakan secara live.

http://youtu.be/uPyq4iqt6Go

Anak Udik di Ibukota Part 3

Dan ini sepertinya bagian akhir dari tulisan gue "anak udik di ibukota". Jujur aja sebenernya males nulis, tapi kok kayaknya nggantung kalo ditingggalin gitu aja. Ceritanya masih banyak, haha.

Jadi, singkat cerita aja ya, intinya kita memberanikan diri untuk berpartisipasi dalam acara Food Tasting Festival (baca: makan gratis). Intinya kami makan gratis, makan ampe gila kayak gak pernah dikasih makan enak bertahun-tahun, okeh bayangin sendiri.
Ya namanya anak udik yang dapet makanan gratis, kita tuh berasa kayak abis kejatuhan durian montong yg guedee banget. Rejeki banget kita bisa nemuin festival itu, padahal niatnya mau sholat Ashar, ketunda deh setengah jam.

Setelah asik ngisi perut, kami gak lupa buat mengucap syukur pada-Nya. Oke, kita langsung capcus nyari musholla. Lumayan sulit juga sih, soalnya GPS kita udah pulang duluan. Tapi kita punya inisiatif dong buat tanya ke Pak Satpam. Nemu deh tuh musholla, akhirnya kita solat Ashar, tanggung waktunya, kita tunggu Magrib sekalian di sana.

Abis Magrib-an, kita pulang. Naik busway trus lanjut naik taxi dari Blok M, waktu itu langit udah gelap banget. Gue paling menikmati pemandangan kota Jakarta pas gue lagi di atas jembatan layang. otomatis gue bisa ngeliat kerlap-kerlip lampu Ibukota dari atas, bagus banget. Mungkin itu alasan yg dibuat para fotografer mengabadikan momen-momen indah itu di atas jembatan layang. Sayang aku gak bisa ambil gambarnya :")

Inti yg bisa gue ambil dari perjalanan gue hari itu adalah, gue lihat Jakarta yg sesungguhnya. Dimana setiap kamu lihat sekelilingmu adalah makhluk-makhluk ber-BB ber-behel dan ber-ber lainnya. Dan gue lihat itu sendiri, setelah beberapa bulan lalu gue cuma denger hal itu dari mulut seorang temen. Oh, ini ya Jakarta, dimana bocah tengil yg ngomong aja masih belum fasih udah pegang BB, bahkan nutul-nutul apel growak. Oh My..
Kalo di Surabaya, gampang banget bedain org Jawa sama nonJawa. Kamu cari aja yg make bajunya gak bener, itu pasti bukan Jawa. haha. Gak gitu juga sih. Jalan jalan di Mall-mall Jakarta cuma bikin lo ngiri kalo lo gak punya duit, liat kiri liat kanan orang-orang pada modis dan cantik. Bandingin aja sama gue yg asal comot baju, haha.

Yak, itulah secuil pengalamanku di ibukota. Mungkin lain waktu aku bisa sharing lagi.
(hmm, lagi gak mood nulis) -________________-

Anak Udik di Ibukota (Part 2)

Akhirnya gue jadiin 2 part aja, udah kyk film aja deh, krik.

Kita akhirnya antre. Jadi, Magnum Cafe punya dua antrean, satu antrean for Take Away, satunya lagi for Dine In. Awalnya kita tuh ngira yg antreannya ngujubile gilanya tuh antrean yg for Take Away. Eh ternyata, kenyataan emang selalu pahit ya, hiks. Justru lebih gila antrean yg Dine In. Hmm, ternyata masih banyak orang normal di sekeliling gue lah.
Kira-kira sejam kita antre. Sedihnya, dandanan kita mulai luntur termakan oleh kringat dan peluh ini. Tince yang tadinya semangat banget, udah mulai lesu dan gak kedengeran "Cyiin" nya. Pojoh yg tadinya tebar pesona sana sini berharap ada yg mohon-mohon minta tandatangan sudah mulai menekukkan wajah. Melly yg tadinya sibuk moto-moto udah mulai ngucapin "Y U No Y U No move oooonnnn" dan aku sama Sandra mulai gerah dan berusaha mbuka jilbab *lhoh?

Tapi, selama di antrean, ada beberapa hal yg cukup menarik. Jadi, kita disusun dalam suatu barisan yg dibatasi oleh garis apalah namanya. Tiap beberapa menit sekali ada Kakak cantik menggunakan gaun yg senada dengan warna Ice Cream datang ke antrean dan berkata:
"Ada yg dua orang? Dua Orang?", sambil menyibakkan rambutnya yg indah (sumpah iri deh akyuu TT )
Selain itu, kita juga dihibur dengan pemandangan makhluk-makhluk yg telah berhasil melewati rintangan antrean yang kini menikmati tiap gigitan Magnum. Uwooooo, whatalife!

Akhirnya sejam berlalu, SEJAM. Kita akhirnya bisa masuk, HORE!!
Girang banget deh.
*

Setelah membolak-balik buku menu, yang intinya kita bingung mau pesen apa. Tapi, gimana-gimana kita harus milih mau pesen yg mana, karena inti dari hidup adalah memilih. :haha
Sandra, Pojoh dan aku memutuskan memesan salah satu menu yg bisa dibilang paling "wah" disana.
Yap, Jewel Crown! Menu yang berbandrol 55ribu ini memang terlihat paling WOW di antara menu lainnya. Ya gimana gak WOW, orang bentuknya paling gede gitu. Mantep lah pokoknya.
Mirisnya, kita berlima pada gakpesen minum. Bukannya pelit, tapi gak tega aja minum air mineral yang harganya 8ribu segelas. Gak tega banget hihi :p

Akhirnya setelah menunggu beberapa menit. pesenan kita berlima datang. Nyanyanyaaa~
Saatnya menikmati Magnum..
Sebelumnya sih, kita foto-foto dulu sama tuh EsKrim, duh udik banget yak?

Sekitar 1jam kita menikmati hidangan masing-masing, kita memutuskan untuk cabut. Yuk, lanjut lagi.
Dan syoknya gue, antrean for Dine In makin parah aja gelaaaakk.. Gue gak mbayangin deh kalo gue ada di barisan paling belakang dan mesti nunggu berjam-jam buat masuk ke tuh kafe. Ya Allaaaahhh, gue bersykur banget udah bisa masuk dan ngicipin menu di situ.

Oke lah, kita cao. Jalan-jalan menelusuri foodcourt yg ada di situ. Gue akuin emang arsitekturnya hebat banget bisa ndesain kayak gitu. Jadi, tiap lantai memiliki tema dan gaya tersendiri. Ada yg bertema Chinesse, ada juga yg bertema Pop Art, sampe sampe di pintu toilet cewek ada foto Marylin Monroe. haha.


Waktu itu jam udah menunjukkan angka satu, waktunya sholat Dhuhur. Kita berempat sholat dulu. Yg gue seneng dari musholla dan toilet di mall-mall Jakarta adalah: BERSIH dan GRATIS.
Gue sebel sama mall di Surabaya, udah ditarikin duit, ya gak mahal sih, cuma seribu doang, tapi kan lumayan buat beli pempek abal-abal hehe. Dan belum tentu toiletnya bersih. Bersih di sini maksud gue, bersih dalam arti sebenernya dan ada airnya, capslock ADA AIRNYA. Ya seenggaknya kalo emang males nyediain air ya paling nggak sediain tissue lah, masa gak cebok sama sekali? -_________-
Yang kedua, mushollanya. Musholla di Jakarta tuh eksklusif banget. Bersih, luas dan ada penjaga yg buat nitipin sepatu gitu, dan yang pasti bisa nyewa mukenah dan mukenahnya gak bau.
Ya gimana ya, namanya kan juga tempat ibadah, mestinya harus dirawat dengan baik. Biar yg ibadah tuh makin rajin ibadahnya, haha. Kalo tempat buat sholat aja kotor, males kan mau sholat..:curhat

Lho kok jadi ngomongin toilet sama musholla?
Oke deh balik ke Grand Indonesia.

Selesai sholat, kita memutuskan untuk cari makan (gratis). Ya gini ini ya, namanya orang udik yg berusaha g4ho3L, mau makan aja ribetnya seperempat mamfus. Muteeer aja gak selesai-selesai. Awalnya kita mau makan sushi, berhubung kita tahunya sushi dengan harga terjangkau hanyalah sushi tei, oke kita cari.
Cari cari cari.. Di West mall gak ada, oke lah tembus sampai East Mall, juga gak ada.
Akhirnya lama-lama kesel juga deh, ujung-ujungnya gue beli Doner Kebab! F*ck yeaa.
Jauh-jauh ke GI cuma beli DK T________T

*


Perut kita berlima kayaknya udah penuh dengan makanan yg kita santap tadi. Kami (terpaksa) melanjutkan perjalanan tanpa Pojoh karena dia mesti manggung di Gereja (nah lho). Nggak, jadi si Pojoh ada Gereja jam 5 sore, jadi dia mesti cabut duluan.
Berempat doang. Lanjut ke Plaza Indonesia.
Yap, kita berempat lanjut ke Plaza Indonesia yang tinggal nyebrang aja kesananya. Gak beda jauh juga sama GI yg dipenuhi dengan toko-toko mewah yg pasti harga jual barabg-barangnya jutaan ngujubile. Okey, great, gue mupeng. Kapan ya Zara dan LV jadi tempat langganan belanja bulanan gue?
"Bisa kok Em, bisa kok. Pasti beberapa tahun lagi lo bakal mborong tas dan sepatu dari LV"
Tuh hati kecil aku yg bicara. Tapi aku yakin kok, suatu saat nanti aku bakal keluar masuk LV, Zara dan antek-anteknya. HAHAHA.

Kalo anak udik ke mall-mall gede, ujung-ujungnya gak bakalan beli apa-apa. Emang gitu kan? Lagian, apa coba yg bisa aku beli dengan isi dompet yg mengenaskan ini? Paling cuma makan doang sih, itupun makanan dengan harga yg "waras" buatku. Kita cuma muter-muter di PI, liat-liat ada apa aja di sana. Dan sempet masuk ke aksara, liat-liat buku,liat-liat barang-barang aneh yg dijual dengan harga yg "gak wajar".
Iya, bagiku itu gak wajar. Kenapa notes yg kegunaannya cuma buat nyatet dan akhirnya dibuang kalo habis bisa berharga 150.000? Kenapa bolpen yg cuma buat nulis dan tintanya gakbisa di-refill harganya bisa 45.000? Jadi kesimpulannya, kalo ke aksara, ngeliat barang yg lucu-lucu dan emang lo gak niat beli barang itu, gak usah nengok harga barang itu berapa. Dijamin :matabelo deh --"

Dan gue heran, kenapa Tince beli Reader's Digest. Yg gue tahu, majalah itu cuma buat pas pelajaran Bahasa Inggris doang. Kan matkul Bhs Inggris udah abis, nah ngapain Tince beli itu?
Itu gue herannya, nih anak emang bule banget. (gak nyambung ya?)

Waktu itu udah sore, udah jam 5 dan kita belom sholat Ashar. Kafir banget kesannya.
Oke deh, kita mutusin buat cari musholla. Karena kompas kita udah pulang duluan (baca: Afgan KW 13), kita agak bingung nih dimana letak musholla.
Well, kita asal turun eskalator aja, punya feeling kalo musholla ada di bawah. Yap yap.
Kita turun turun.. Hmm, dimana ya??
Gak nemu-nemu..
Dan ketika kita di lantai berapaa gitu, kita nemuin sekelompok orang lagi beramai-ramai. Dan otomatis kita berempat heran. Seperti kata peribahasa, "Dimana ada gula, pasti ada semut"
Kita pun menghampiri keramaian tersebut. Yang pertama gue lihat, ada beberapa meja dengan makanan di atasnya. Hmm, makanan, makanan.
"Eh, ada apaan tuh? Makan-makan yak?"
Mungkin telinga kita udah peka kali ya sama kata "makan-makan" , langsung aja kita berhenti, merhatiin orang-orang itu. Dan kita juga sempet denger:
"Ayo silahkan daftar saja dan anda langsung dapat kupon untuk makan gratis disini"
"Eh gratis lho.."
"Seriusan?"
"Baik banget ngasih gratisan, coba yuk"
"Ah kamu aja dulu yg coba, beneran gratis?"
Aku dikit ragu, takutnya ntar udah makan, eh ujung-ujungnya ditarikin uang.
Oke lah, akhirnya kita nekat, yo iki jenenge arek Suroboyo, nang endi endi kudu nekat, HAHAHA


Anak Udik di Ibukota (Part 1)

Ini hari Senin (anak TK aja ngerti lah kalo hari ini hari Senin) --a

Nggak, gue mau cerita sedikit soal long journey gue kemarin *halah.

Jadi, begini ceritanya..
Waktu itu hari Jumat, dan aku sedang terjebak dalam keramaian orang-orang yang meraung-raung minta makan (baca: syukuran Himasurya 2011). Ya ngertilah, sebelum acara "utamanya" dimulai, pasti ada sambutan ini itu, biar berasa resmi aja. Di tengah keributan hiruk pikuk arek-arek suroboyo, tiba-tiba datang sekelompok anak yang aku kenal, yap, Melly, Icha dan satunya lagi gue lupa. Melly langsung sendu aja di sebelah gue.

Perut mulai lapar, gue yang notabene sengaja mengosongkan perut demi nasi tumpeng gratisan mulai bete dengan segala keributan yang semakin menjadi-jadi. Apaan sih ini? Mana tumpengnya? Keluarin woi!
Bonita gue keluar.
Makhluk hidup di sebelah kanan gue tiba-tiba nyeletuk, "Eh, Su, diajak Tince ke Magnum Cafe tuh"
Agak butuh waktu lama untuk mencerna kalimat di atas.
"Magnum Cafe, Magnum Cafe, it means.. Grand Indonesia, GRAND INDONESIA"
Ya gimana ya.. Aku, yg notabene tinggal di Bintaro yg notabene masih desa meskipun Jakarta, yg notabene mallnya cuma ada satu. Excited banget.
"Eh mau dong aku ikutaan.."
"Yo ayo, tapi aku gk tau jalannya dan naik apa kesana.."
Gue diem lagi, mikir lagi.. Grand Indonesia itu di Bunderan HI, itu di pusat. Gila aja kalo dari PJMI ke GI naik Taxi. Jebol lah dompet kita. Tiba-tiba gue ingat salah satu temen gue yg ngerti daerah sini sampe-sampe gue sebut "Kompas" kalo gak ya "GPS", yap! Dia adalah makhluk Tuhan yg memiliki akun twitter @chrispojoh , peranakan Palembang dan Manado yg agak sedikit mirip dengan Afgan (pasti lagi kegigit noh lidah dia).
Singkat cerita, gue sms dia, tanya ke dia. Belum sempet gue bales smsnya, eh dia sms lagi.
"Eh mau doong ke GI, ikutaaaan..."

Singkat cerita (lagi) akhirnya jam 10 pagi kita (Tince, Melly, Sandra, Pojoh, aku) berangkat. kita ketemuan di  GKI. Setelah kumpul, kita naik Taksi. Taksi Express lah, udah langganan, paling pewe lah buat anak kos macem kita.
Di perjalanan gue udah mbayangin yg nggak-nggak tentang Magnum Cafe. Kayak apa ya disana, asik gk yaa? Enak gak ya?
Akhirnya, sekitar sejam di taksi, kita sampe di Blok M. Kita nglanjutin perjalan pake jasa Busway yg katanya suatu sistem transportasi baru untuk mengatasi masalah klasik ibukota. Percaya gk percaya, ini pertama kalinya aku naik Busway setelah kurang lebih 6 bulan tinggal di ibukota. Yap, cuma dengan 3500 perak.

Kita mulai antre. Lumayan rame, karena itu hari Minggu.
Kurang lebih 15 menit kita nunggu, akhirnya ada Bus kosong yg berhenti. Karena rame, gue agak parno sendiri kalo misalnya di antara kita berlima ada yg kepisah. Gak lucu! Maka dari itu, kita berlima mesti keep in touch each other *hueeek.
Dan parno gue kayaknya bener-bener kejadian. Si Tince, bulu wannabe yg kita punya dan satu-satunya di Cempi, hampir aja gk bisa masuk Bus. Tapi karena dia bule dan dia bonek (apa hubungannya?) dia akhirnya bisa masuk. Tapi...
"BEGO LO!!"
Yak, sebuah kalimat yg (gak) manis terlontar dari mbak-mbak yg gak manis juga. Apaan sih nih mbak? Gak bisa sante aja napa? Namanya juga di halte, mesti lah lo kesenggol, mau sepi? Ya naik mobil pribadi aja.
Otomatis, si bule Tince jadi penumpang terakhir yg naik ke Bus. Dan waktu pintu bus nutup, gue agak kaget juga sama Afgan KW 13 ini.
"COOOK!!"
Huakakakakkk.. otomatis aku yo ngguyu. Sumpah lucu soro, aku kaget gitu lho yaa dia ngeluarin jimatnya arek Suroboyo. Padahal yg kena semprot kan Tince. Selidik kena selidik, ternyata sejak di halte, Afgan gak jadi itu udah kesel duluan sama si mbak BEGOKLO ituu. Kecentilan katanya sih, gk mau disenggol.

Yah. Lupakan soal mbak BEGOKLO.

Intinya, kita sampe di Bunderan HI. ya namanya orang udik yg baru ini ke Jakarta, the real Jakarta i mean, langsung heboh gila.
"Woiii, kita sampe bunderan HI!!"
*mau ngakak boleh, ketawa guling-guling juga boleh.
LoL.
Dan tebak sendiri gimana kelanjutannya, lo pasti tau deh.

Alhasil, kita berlima berhasil menginjakkan kaki di Grand Indonesia. Buat kita berempat, except Afgan KW 13, ini pertama kalinya buat kita ke mall paling mewah di Jakarta. *udik banget ya --a

Kita langsung masuk ke west mall karena tujuan utama kita, Magnum Cafe yang ada di level 5.

Kesan pertama gue setelah melihat TKP secara langsung adalah:
"ANJIRR RAME GILAK GAK SANTE BANGET ANTREANNYA"

Tapi yaa.. Masa udah jauh-jauh kesana, tapi gak jadi ngicipin Magnum Cafe yg cuma ada sampe Mei doang. Oke lah kita nekat antre!! Fight fight fight!! :D

The Prayer

Waktu itu kelas 2 SMA, aku sedih banget karena kena remidi Kimia. Padahal sebelumnya aku yakin kalo aku bisa ngerjainnya dan gak bakalan kena remidi. Aku bingung mesti cerita ke siapa, dan akhirnya aku cerita ke salah satu temenku, namanya Hanif. Dan Alhamdulillah, dia ngasih aku doa yang selama ini belum aku denger, dan otomatis bikin aku nangis waktu ngebacanya..


"emi syang,pemilik hati smua org hanylh Dzat yg tak pernah tidur, maka mintalah pdNya ut dbrikan ktenangn,krn Dialah pemilik hati smw org.4WI dpt mbwt mslh it mdh dan dpt mbwt mslh it slit..n skg mintalah pdNya agr dberi kmudahan..wudhu,shlat,untaikn doa dlm sjudmu,n brdoa tulus ikhlas.prbnyk istighfr..
Biarkn 4w1 mngajari lwt cranya,agar pada saatnya qt bs mmahami sosok slain diri qt..Dan biarkn 4w1 mnyayangi lewat sedihku,,
agar kelak qt sdar,bahwa dbalik it 4w1 mmberi qt kasih ut tabah
dan ksih ut mgrti..
sbar y emi syang,,

Allah, jagalh emi ketika penjgaanQ tak smpai pdny.Syngi ia kala sygQ tak dpt mrengkuhny dlm dekapan nyata.Muliakn ia,kala penghrgaanQ tk dpt trwjud dlm kt yg brsahaja.Krn ssghnya Kau pny sgla yg tak q punya.

y rabb,tnangkn htny,mdahkn mslhny.hilangkn ksedihanny agr msh dpt q lihat senyum d wajahny. q mohon y Rabb.."

Bagus banget kan doanya?? Doa itu aku baca berulang-ulang, dan akhirnya aku sadar kalau Allah pasti punya alasan tersendiri di balik semua yang diberikanNya untukku. Pasti dan aku yakin itu.
Mungkin sekarang aku dalam keadaan sedikit terpuruk juga, makanya aku iseng2 buka notes di Facebookku dan membaca doa itu.

Makasih Hanif atas doanya. Kelak akan kuajarkan doa ini pada anak-anakku. Agar mereka mengerti betapa sayangnya Allah pada umatnya  :)
Aku sayang Hanif, sukses buat kamu teman :)